Ayat Alkitab Tentang Pentingnya Komitmen dalam Pernikahan

Ayat Alkitab Tentang Pentingnya Komitmen dalam Pernikahan

Pernikahan adalah ikatan suci antara dua individu yang bersedia hidup bersama dalam suka dan duka. Namun, dalam era modern ini, banyak pasangan yang menghadapi berbagai tantangan dalam mempertahankan komitmen dalam pernikahan mereka. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk kembali merenungkan ayat-ayat Alkitab yang berbicara tentang pentingnya komitmen dalam pernikahan.

Salah satu ayat Alkitab yang relevan adalah dalam Kitab Maleakhi 2:16a yang berbunyi, “Sebab Aku membenci cerai talak, firman Tuhan, Allah Israel.” Ayat ini menegaskan bahwa Tuhan membenci perceraian, dan dengan demikian, mempertahankan komitmen dalam pernikahan adalah hal yang penting dalam pandangan-Nya.

Dalam perjalanan hidup bersama, tentu akan ada berbagai rintangan yang menguji komitmen kita. Namun, sebagai manusia yang percaya, kita dapat mencari inspirasi dan dukungan dari ayat-ayat Alkitab. Misalnya, dalam Kitab 1 Korintus 13:7, kita diajarkan bahwa “kasih menanggung segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.” Ayat ini mengingatkan kita bahwa komitmen dalam pernikahan tidak hanya tentang bertahan, tetapi juga tentang mengasihi pasangan kita dengan penuh kesabaran dan keyakinan.

Tidak hanya itu, dalam Kitab Efesus 5:25 juga ada perintah yang jelas bagi suami, “Hai suami-suami, kasihilah isterimu, sama seperti Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya.” Ayat ini menekankan pentingnya kasih dalam menjaga komitmen pernikahan. Keberadaan kasih yang dalam dan tulus akan memperkuat ikatan antara suami dan istri, sehingga mereka dapat bersama-sama menghadapi segala cobaan dan godaan yang mungkin muncul.

Dalam pandangan beberapa ahli pernikahan, komitmen dalam pernikahan juga dianggap sebagai faktor kunci untuk membangun hubungan yang langgeng. Dr. John Gottman, seorang psikolog ternama dalam bidang pernikahan dan hubungan, mengatakan, “Komitmen adalah fondasi dari hubungan yang kuat dan bahagia. Ketika pasangan saling berkomitmen, mereka akan saling mendukung dan bekerja sama untuk mengatasi masalah yang timbul.”

Selain itu, Dr. Gary Chapman, penulis buku populer “The 5 Love Languages” juga berpendapat bahwa komitmen adalah salah satu bahasa cinta yang penting dalam pernikahan. Dalam bukunya, ia menyatakan, “Komitmen adalah keputusan untuk tetap setia dan bertahan dalam ikatan pernikahan, meskipun tantangan datang. Ini adalah cara kita menunjukkan cinta sejati kepada pasangan kita.”

Dalam mengejar komitmen dalam pernikahan, kita juga perlu mendapatkan dukungan dan bimbingan dari gereja dan komunitas rohani. Penting bagi pasangan yang ingin memperkuat komitmen pernikahan mereka untuk terlibat dalam kelompok kecil, konseling pranikah, atau mentoring dari pasangan yang lebih berpengalaman.

Dalam menghadapi tantangan dalam menjaga komitmen dalam pernikahan, kita dapat memperoleh kekuatan dari firman Tuhan dan ajaran-Nya. Dengan mengasihi pasangan kita dengan tulus, berkomitmen untuk bertahan, dan mencari dukungan dari ahli pernikahan dan komunitas rohani, kita dapat membangun pernikahan yang kuat, bahagia, dan langgeng sesuai dengan kehendak Tuhan.

Referensi:
1. Alkitab Terjemahan Baru
2. Gottman, John. (2015). The Seven Principles for Making Marriage Work.
3. Chapman, Gary. (1992). The 5 Love Languages.

Leave a Comment